benda berikut yang akan melayang saat dimasukkan dalam air adalah
MelayangBenda yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis fluida (b = f). Jika benda tersebut dimasukkan ke dalam air yang massa jenisnya 1.000 kg/m3, tentukanlah volume benda yang berada di atas permukaan air. Perhatikan Gambar 16 berikut. Gambar 16. Kapal yang sama pada saat kosong dan
Berikutadalah beberapa hormon pada sistem reproduksi manusia: Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis fluida jumlah air laut yang dimasukkan ke dalam tangki pemberat disesuaikan dengan jumlah air laut yang dipindahkannya pada kedalaman yang diinginkan.
Keterangan FA = Gaya keatas yang dialami benda (N) a= Massa Jenis zat cair (kg/m3) Va= Volume air yang terdesak (m3) g = Percepatan Gravitasi (m/det2) Berdasarkan bunyi dan rumus hukum Archimede diatas, suatu benda yang akan terapung, tenggelam atau melayang didalam zat cair tergantung pada gaya berat dan gaya keatas.
Jawabanyang benar adalah D. 8. Soal UN fisika SMA/MA 2015/2016 No.11. Perhatikan gambar! Sebuah benda ketika dimasukan ke dalam zat cair P terapung dengan 1/2 bagian volume berada di bawah permukaan zat cair dan ketika dimasukan ke dalam zat cair Q benda tersebut melayang. Perbandingan massa jenis zat cair P dan Q adalah A. 1 : 2. B. 2 : 1
a Membuat gambar benda-benda yang akan dimasukkan ke dalam air b. Mengelompokkan benda-benda menjadi benda-benda sejenis sebelum dimasukkan ke dalam air c. Membuat kesimpulan apabila benda-benda tersebut sudah dimasukkan ke dalam air d. Membuat dugaan atau perkiraan apakah benda-benda tersebut akan tenggelam, terapung atau melayang
Meilleur Site De Rencontre A Montreal. - Secara umum terdapat 6 macam perubahan wujud benda yang contoh perubahannya dapat diamati di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Arti perubahan wujud benda adalah berubahnya bentuk suatu benda, menjadi bentuk lain yang berbeda dari bentuk asalnya. Adanya perubahan benda merupakan hal yang normal dan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa bisa terjadi perubahan wujud? Perubahan wujud dapat terjadi karena adanya tindakan atau aksi yang dilakukan terhadap benda itu. Misalnya tindakan seperti memanaskan, mendinginkan, atau mengembunkan, membuat suatu benda berubah wujud dari asalnya. Contoh perubahan wujud yang bisa diamati ada 6 yakni mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim dan mengkristal. Berikut ini penjelasan dari masing-masing perubahan tersebut, dilansir oleh laman Mencair Perubahan wujud jadi cair atau mencair terjadi bila bentuk benda asal adalah padat, kemudian berubah menjadi cair. Tindakan atau aksi yang dilakukan untuk mengubah benda menjadi cair adalah dengan memanaskan atau menaikkan suhu benda. Contoh mencair adalah lilin yang diberi nyala api, maka akan berubah menjadi cair saat suhunya panas. Lalu es batu yang mencair bisa dimasukkan dalam air bersuhu lebih panas. Kemudian mentega padat yang dipanaskan dalam penggorengan akan mencair bila dipanaskan. Ini terjadi karena adanya perpindahan kalor yang dilepaskan benda, demikian ditulis laman Kemdikbud. Membeku Membeku adalah perubahan yang terjadi dari wujud asal benda cair menjadi bentuk benda padat. Tindakan atau aksi yang perlu dilakukan untuk mengubah wujud benda cair menjadi padat adalah dengan mendinginkan hingga ke titik beku. Contoh dari perubahan wujud membeku adalah saat air dimasukkan ke freezer akan berubah wujud jadi benda padat akibat membeku. Menguap Peristiwa berubahnya wujud benda yang semula berbentuk cair menjadi gas disebut menguap. Aksi atau tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya penguapan adalah dengan cara dipanaskan atau menaikan suhu. Contoh yang bisa dilihat dalam proses menguap atau penguapan adalah saat air direbus hingga mendidih, maka terjadi perubahan zat cair menjadi gas dengan munculnya uap air. Bensin atau alkohol pun akan menguap jika dibiarkan di udara terbuka, hingga lama-kelamaan habis. Walau demikian wujud gas dari bensin dan alkohol tidak bisa dilihat oleh mata secara langsung. Infografik Perubahan Wujud Benda. Mengembun Mengembun artinya benda yang asalnya berbentuk gas, berubah menjadi bentuk cair. Ini akibat adanya paparan energi panas yang dialami benda tersebut. Misalnya pada saat sebuah gelas berisi es sirup atau air es diletakkan di udara panas. Kita bisa amati bahwa permukaan luar gelas akan mulai berembun atau dilapisi cairan. Itu terjadi akibat udara di sekitar gelas berubah wujud menjadi air. Menyublim Satu lagi perubahan wujud benda yang terjadi adalah menyublim. Ini adalah berubahnya benda padat menjadi gas akibat adanya penurunan suhu menjadi lebih dingin atau rendah. Peristiwa menyublim bisa kita lihat pada benda seperti kapur barus yang berbentuk padat, akan menyublim menjadi gas jika diletakkan lama-lama di lemari atau kamar mandi. Akibatnya kapur barus akan mengecil dan makin lama akan habis. Mengkristal Terakhir adalah mengkristal yang berarti terjadinya perubahan wujud dari asalnya benda gas menjadi benda padat. Aksi atau tindakan yang menyebabkan proses kristalisasi adalah adanya pelepasan energi panas dari benda. Contoh dari proses mengkristal adalah berubahnya uap air di udara menjadi salju. Lalu berubahnya udara dalam lemari pendingin menjadi bunga es. Kemudian juga pada proses pembuatan garam, yaitu dengan cara menguapkan air laut yang mengandung garam, sampai zat cairnya habis dan tinggal butiran garamnya menjadi juga Al-Battani, Astronom Muslim Penentu Jumlah Hari Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Geografi dan Penjelasannya - Pendidikan Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Yulaika Ramadhani
Semua benda yang tercelup di dalam zat cair akan mengalami gaya tekanan ke atas. Pernyataan tersebut dapat dikatakan sebagai definisi sederhana bunyi Hukum Archimedes. Gaya ke atas yang diberikan oleh zat cair memungkinkan seseorang mengapung di air sehingga dapat berenang. Selain itu, gaya ke atas dari hukum archimedes juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Contoh pemanfaatan hukum archimedes terdapat pada kapal laut, kapal selam, balon udara, hidrometer, dan jembatan ponton. Hukum archimedes menjelaskan mengapa benda di dalam zat cair memiliki posisi yang berbeda. Benda di dalam cair dapat mengapung, melayang, atau tenggelam. Contoh hukum Archimedes terjadi pada kapal layar yang dapat mengapung dan kapal selam yang dapat tenggelam pada kedalaman tertentu. Atau pada bongkahan es yang mengapung di air laut. Baca Juga Contoh Penerapan Hukum Pascal dalam Kehidupan Sehari-Hari Begaimana cara mengetahui besar gaya ke atas Fa yang diterima oleh benda pada suatu zat zair? Bagaimana kriteria menentukan kedudukan benda tenggelam/melayang/terapung pada suatu zat cair? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Table of Contents Hukum Archimedes Kedudukan Benda di dalam Zat Cair Rumus pada Hukum Archimedes Penerapan Hukum Archimedes Contoh Soal dan Pembahasan Contoh 1 – Contoh Soal Hukum Archimedes Contoh 2 Contoh Soal Kedudukan Benda Padat di Dalam Zat Cair Pernahkan kamu menimbang sebuah benda di dalam air? Sebuah benda yang ditimbang di dalam air akan terasa lebih ringan dibanding jika ditimbang di udara. Sebenarnya, benda yang berada di dalam air beratnya tidak berkurang. Hanya saja, benda menerima gaya ke atas pada saat benda berada dalam air, Hal inilah yang membuat benda akan terasa lebih ringan jika berada di dalam air. Contoh lain dari adanya hukum Archimedes terdapat pada bola plastik dan es batu pada minuman. Bola karet yang tercelup dalam gelas berisi air, posisinya akan berada di tengah-tengah. Sedangkan es batu dalam gelas yang berisi air biasanya akan terapung di atas. Perbedaan posisi benda dalam air tersebut dipengaruhi massa jenis dari benda tersebut. Walaupun hukum archimedes mengatakan bahwa setiap benda yang tercelup ke dalam air akan mendapatkan gaya ke atas, Namun besar gaya ke atas yang dialami benda yang tercelup ke dalam air adalah tidak sama. Sehingga posisi kedudukan benda dalam suatu zat cair tidak sama. Kedudukan Benda di dalam Zat Cair Hukum archimedes juga mampu menjelaskan mengapa posisi benda di dalam zat cair tidak sama. Seperti posisi kapal layar yang mengapung dan kapal selamm yang tenggelam pada kedalaman tertentu. Kedudukan benda dalam zat cair meliputi terapung, melayang, dan tenggelam. Kondisi ini terjadi disebabkan masa jenis yang dimiliki antara satu benda dengan benda lainnya berbeda. Massa jenis menyatakan perbandingan massa per satuan volume. Ada tiga kedudukan benda di dalam zat cair yaitu terapung, melayang, dan tenggelam. Benda yang memiliki massa jenis benda ρbenda lebih kecil dari massa jenis zat cair ρcair akan tenggelam dalam zat cair tersebut. Sebuah benda akan melayang jika massa jenis benda ρbenda sama dengan massa jenis zat cair ρcair. Benda akan tenggelam dalam zat cair jika massa jenis benda ρbenda lebih besar dari massa jenis zat cair ρcair. Perhatikan gambar tiga buah benda yang berada pada suatu zat cair berikut. Dari gambar terlihat bahwa benda pertama terapung, benda nomor 2 melayang, dan benda nomor 3 tenggelam. Kedudukan ketiga benda bergantung dari massa jenis ketiga benda dan zat cair. Keterangan besar massa jenis dan kedudukan benda dalam zat cair diberikan seperti daftar berikut. Terapung ρbenda ρcair Baca Juga Cara Menghitung Besar Volume Benda yang Tercelup Rumus pada Hukum Archimedes Konsep mengenai gaya ke atas untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang ahli matematika bernama Archimedes. Sehingga, konsep tersebut dikenal dengan hukum Archimedes. Bunyi Hukum ArchimedesSebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Ilustrasi benda yang mendapat gaya ke atas dapat dilihat pada gambar di bawah. Rumus gaya ke atas Fa Persamaan hukum archimedes yang menyatakan besarnya gaya ke atas yang diterima benda dalam suatu zat cair sesuai rumus berikut. Fa = ρcair × g × V2gaya ke atas Antara gaya ke atas dan berat benda yang tercelup ke dalam suatu zat cair sama dengan besar gaya ke atas pada benda. Atau secara matematis dapat dituliskan dengan persamaan Fa = w sehingga dapat diperoleh persamaan ρc × V2 = ρb × Vb. Fa = wFa = mb × gρc × g × V2 = ρb × g × Vbρc × V2 = ρb × Vb Keterangan Fa = gaya angkat ke atas Nw = berat benda NV2 = volume benda tercelup m3Vb = volume benda total m3V1 = Vb – V2 = volume benda tak tercelup m3mb = massa benda kgρcair = massa jenis zat cair kg/m3ρbenda = massa jenis benda kg/m3 Baca Juga Rumus Tekanan Hidrostatis dan Tekanan pada Benda Padat Penerapan Hukum Archimedes Penerapan hukum archimedes banyak kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Contoh kegiatan yang menerapkan hukum archimedes adalah kapal laut, kapal selam, balon udara, hidrometer, dan jembatan ponton/jembatan apung. Sobat idschool sering menjumpai dalam kehidupan sehari-hari bukan? Kapal Laut dan Kapal Selam Sebuah logam akan tenggelam jika jatuh di dalam air. Lalu, mengapa kapal yang terbuat dari logam bisa mengapung di atas permukaan air laut? Bentuk kapal laut berupa cekungan sehingga berat kapal laut yang tenggelam di laut akan mendapat gaya angkat ke atas. Gaya ke atas inilah yang membuat kapal laut tidak tenggelam. Konsep yang sama juga diterapkan pada pembuatan kapal selam. Balon UdaraBalon udara diisi dengan gas dengan massa jenis zat yang lebih kecil dari massa jenis udara di sekitarnya. Hal ini membuat balon udara mendapat gaya angkat ke atas. Sehingga, balon udara dapat terbang seperti pesawat. HidrometerHidrometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair. Konsep yang digunakan untuk mengetahui nilai massa jenis suatu zat cair adalah hukum Archimedes. Jembatan Ponton/Jembatan ApungJembatan ponton adalah jembatan yang terbuat dari drum kosong sebagai alat apungnya dan jajaran kayu sebagai jalannya. Jembatan ponton dapat ditemui di daerah pelabuhan. Drum kosong berisi udara yang memiliki massa jenis lebih ringan daripada massa jenis air laut. Sehingga, drum kosong tersebut dapat mengapung pada air laut. Selanjutnya, latih pemahaman sobat idschool melalui penerapan hukum Archimedes pada beberapa contoh soal yang akan diberikan di bawah. Baca Juga Gelombang Transversal dan Longitudinal Contoh Soal dan Pembahasan Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih! Contoh 1 – Contoh Soal Hukum Archimedes Sebuah benda dengan volume 200 cm3 terapung dalam air. Massa jenis benda dan massa jenis air berturut-turut adalah 0,8 g/cm3 dan 1 g/cm3. Volume benda yang muncul di atas permukaan air adalah ….A. 20 cm3B. 30 cm3C. 40 cm3D. 50 cm3 Pembahasan Perhatikan gambar berikut! Keterangan Fa = Gaya ke atasW = berat bendaV1 = volume benda yang muncul di atas permukaan airV2 = volume benda yang terbenam di atas permukaan air Pertama, cari volume benda yang terbenam terlebih = FaVb × ρb × g = V2 × ρzat cair × gVb × ρb = V2 × ρzat cair200 × 0,8 = V2 × ρzat cair160 cm3 = V2 × 1V2 = 160 cm3 Selanjutnya, cari volume benda yang muncul di atas permukaan = V1 + V2200 = V1 + 160 V1 = 200 – 160 = 40 cm3 Jawaban C Contoh 2 Contoh Soal Kedudukan Benda Padat di Dalam Zat Cair Sebuah benda ditimbang di udara beratnya 10 N, jika ditimbang dalam zat cair menjadi 8 N. Volume benda tersebut adalah 200 cm3 dan g = 10 m/s2. Jika benda tenggelam pada zat cair tersebut, besar massa jenis zat cair adalah ….A. kg/m3B. 800 kg/m3C. 750 kg/m3D. 500 kg/m3 Pembahasan Diketahui1 beran benda di udara Wu = 10 N2 berat benda dalam zat cair Wc = 8 N3 volume benda Vb = 200 cm2 = 0,0002 m34 percepatan gravitasi g = 10 m/s2 Ditanyakan ρzat cair ? Jawab Pertama, cari gaya ke atasnya terlebih = Wc + Fa10 = 8 + FaFa = 10 – 8 = 2 N Selanjutnya, cari massa jenis zat = Vb × ρzat cair × 10ρzat cair = Fa/Vb × gρzat cair = 2/0,0002 × 10ρzat cair = 2/0,002 = kg/m3 Jawaban A Sekian pembahasan mengenai Hukum Archimedes yang meliputi juga rumus hukum archimedes, penerapan hukum archimedes di kehidupan sehari-hari, dan contoh soal hukum archimedes. Terimakasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat! Baca Juga Alat yang Menggunakan Hukum Pascal, Rumus, dan Contoh Soal
Ilustrasi soal tema 7 kelas 5 semester 2 dan kunci jawaban , sumber foto Tima M. by tema 7 kelas 5 semester 2 dan kunci jawaban yang benar adalah referensi yang dibutuhkan oleh para siswa. Kunci jawaban tersebut berfungsi sebagai acuan untuk menilai pekerjaan rumah yang telah dikerjakan secara tema 7 tersebut membahas tentang “Peristiwa dalam Kehidupan”. Hal ini sangat penting dipelajari untuk membuka cakrawala pemikiran para siswa tentang berbagai fenomena yang terjadi dalam Tema 7 Kelas 5 Semester 2 dan Kunci JawabanIlustrasi soal tema 7 kelas 5 semester 2 dan kunci jawaban , sumber foto Pixabay by Majalah Notre Dame Edisi 25 oleh Sekolah Notre Dame 2019, latihan mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi pelajaran sangat berguna untuk mengasah ketrampilan berpikir siswa. Berikut adalah soal tema 7 kelas 5 semester 2 dan kunci jawaban yang benar sebagai referensi1. Semboyan yang mengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan diambil dari kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Semboyan tersebut berbunyi…A. Meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu Berbeda- beda tetap satuC. Walaupun berbeda tetap satu jugaD. Walaupun berbeda- beda tetap menjadi kesatuan2. Sikap dalam menghadapi teman yang mempunyai budaya yang berbeda yaitu…C. Saling menghargai dan Membeda-bedakan Ketika suhu benda tinggi, kalor yang dikandung oleh benda juga…4. Kalor dapat mengubah suhu benda Air panas memiliki suhu tinggi. Air dingin memiliki suhu rendah. Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru. Suhu rendah akan meningkat karena menerima panas yang bersuhu tinggi. Maka akan menghasilkan air…5. Peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas, yaitu…B. Baju basah yang dijemur di bawah sinar matahariC. Air yang dimasukkan dalam freezerD. Kapur barus kamper yang disimpan dalam lemari Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas melalui penyerapan kalor disebut…7. Peristiwa heroik di Surabaya, yaitu Orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal…8. Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia API. Anggota API kemudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor ini terjadi di provinsi…9. BKR sebagai cikal bakal TNI dibentuk pada tanggal…10. Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945 membentuk organisasi yang bernama…B. Tentara Keamanan RakyatC. Angkatan Militer Negara11. Garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari disebut…12. Sisi kubus jumlahnya ada … sisi dengan bentuk memiliki sisi dan rusuk sebanyak …..Perhatikan sifat sifat bangun ruang berikut!1 Mempunyai sisi-sisi berbentuk persegi3 Mempunyai sisi berhadapan yang sama luasnya4 Mempunyai 8 titik sudutBerdasarkan sifat-sifat bangun di atas, bangun yang dimaksud adalah…15. Hal yang membedakan antara bangun kubus dan balok adalah ….Soal tema 7 kelas 5 semester 2 dan kunci jawaban yang disebutkan di atas sangat efektif untuk dipelajari agar bisa lanjut mengerjakan soal-soal lain di halaman berikutnya. DLA
Jika benda dimasukkan dalam fluida atau zat cair maka akan ada tiga kemungkinan keadaannya, yaitu tenggelam, terapung dan melayang. Apa yang menyebabkan benda bisa tenggelam, terapung dan melayang? a. Benda Mengapung Benda dikatakan mengapung jika sebagian benda tercelup di dalam zat cair. Contoh dalam kehidupan sehari-hari benda mengapung adalah perahu, kapal, buah kelapa, dan gabus. Kapal mengapung di lautan Jika volume yang tercelup sebesar Vf , maka gaya ke atas oleh zat cair yang disebabkan oleh volume benda yang tercelup sama dengan berat benda. Secara matematis dapat dituliskan dengan persamaan => wb ρf/ρb = Vb/Vf b. Benda Melayang Benda dikatakan melayang jika seluruh benda tercelup ke dalam zat cair, tetapi tidak menyentuh dasar zat cair dan juga tidak muncul ke permukaan zat cair. Contoh dalam kehidupan sehari-hari benda melayang di dalam zat cair yakni penyelam dan ikan-ikan di dalam melayang di dalam lautan Sebuah benda akan melayang dalam zat cair apabila gaya ke atas yang bekerja pada benda sama dengan berat benda. => wb = FA => = => = karena Vb = Vf , maka ρb = ρf Jadi, benda akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair. c. Benda Tenggelam Benda dikatakan tenggelam dalam zat cair apabila benda jatuh ke bawah/dasar wadah saat dimasukkan ke dalam zat cair tersebut. Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan tenggelam jika berat benda juga lebih besar daripada gaya Archimedes wb > FA. Secara matematis dapat dituliskan dengan persamaan => wb > FA => > => > karena Vb > Vf maka ρb > ρf Jadi, benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis fluida ρb > ρf. Contoh peristiwa tenggelam dalam kehidupan sehari-hari yakni batu yang dimasukkan ke dalam tenggelam di dalam air Untuk memantapkan pemahaman kamu tentang hukum Archimedes pada benda mengapung, melayang dan tenggelam, silahkan simak contoh soal di bawah ini. Contoh Soal 1 Tabung kosong bermassa 2 kg memiliki volume m3. Kemudian tabung diisi timah dan dimasukkan ke dalam air. Berapakah massa timah maksimum agar tabung masih terapung? Penyelesaian mb = 2 kg Vb = m3 ρf = 103 kg/m3 Agar tabung masih terapung maka massa beban maksimum dapat dihitung dengan keadaan keseimbangan berikut. w + wb = FA + = m + mb = m + 2 = 103 m + 2 = 20 m = 22 kg Contoh Soal 2 Di dalam sebuah bak berisi air ρair = 1 gr/cm3 terapung sebongkah es ρes = 0,9 gr/cm3. Jika volume es yang muncul di permukaan air 50 cm3, maka hitunglah volume es seluruhnya! Penyelesaian ρair = 1 gr/cm3 ρes = 0,9 gr/cm3 Vm = 50 cm3 Tentukan terlebih dahulu benda tercelup, di mana volume tercelup sama dengan volume air yang dipindahkan Vt yakni ρes/ρair = Vt/Ves Vt = ρes/ρair.Ves Vt = 0,9/1.Ves Vt = 0,9Ves Vt = 0,9Ves Volume yang muncul merupakan volume es total dikurangi volume tercelup, maka Vm = Ves – Vt 50 = Ves – 0,9Ves 50 = 0,1 Ves Ves = 50/0,1 Ves = 500 cm3 Jadi, volume es seluruhnya adalah 500 cm3 Demikian artikel tentang Hukum Archimedes pada benda mengapung, melayang dan tenggelam lengkap dengan contoh soal dan pembahasannya.
Diketahui Ditanya Penyelesaian Pada kasus soal ini memenuhi hukum Archimedes yang berbunyi "Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan tersebut." Adapun posisi benda dalam fluida dapat diilustrasikan dan dijelaskan sebagai berikut. 1. Besar gaya apung yang dialami A lebih kecil dari gaya beratnya. SALAH Untuk benda yang terapung dan melayang berlaku kesetimbangan gaya yaitu . Oleh karena benda A dalam keadaan terapung, maka berlaku kondisi tersebut, sehingga besar gaya apung tidak lebih kecil dari gaya beratnya. 2. Besar gaya apung yang dialami B sama dengan gaya beratnya. BENAR Untuk benda yang terapung dan melayang berlaku kesetimbangan gaya yaitu . Oleh karena benda B dalam keadaan melayang, maka berlaku kondisi tersebut. 3. Gaya apung yang dialami A sama dengan gaya apung yang dialami B. SALAH Gaya apung memenuhi hukum Archimedes yaitu . Oleh karena benda A tercelup lebih sedikit dibandingkan benda B, maka tentu gaya apung yang dialami benda A relatif lebih kecil dibandingkan dengan benda B. 4. Gaya apung yang dialami B sama dengan gaya apung yang dialami C. BENAR Gaya apung memenuhi hukum Archimedes yaitu . Oleh karena benda B dan benda C tercelup seluruhnya dalam fluida, maka tentu gaya apung yang dialami kedua benda adalah sama besar. Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah 2 dan 4 SAJA yang benar. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah C.
benda berikut yang akan melayang saat dimasukkan dalam air adalah